• SMP NEGERI 3 CILEUNYI
  • TAQWA, CERDAS, KREATIF, INOVATIF

KETIKA BUMI MEMINTA SUNYI

Wahai manusia

Engkau sang penghuni bumi

Kau getarkan aku dengan kehidupanmu

Kau ramaikan aku dengan gelaran sandiwaramu

Kau tumpahi aku dengan keluh kesahmu

Kau puaskan nafsumu dengan memuja  dosa

 

Wahai manusia

Kau terlahir di hamparan tanahku

Kelak kau terbenam di kedalaman tanahku jua

Apa yang telah kau perbuat untuk aku semasa nafas kehidupan kau hirup

Kau hanya menginjak, menjelajah, merenggut dan meraup paksa

Segala denyut nadiku hingga berdetak lemah

 

Wahai manusia

Dalam kekuasaan dan kekasaranmu aku selama ini hanya diam

Ketika aku sekali kali murka namun kau tetap tak pernah mengerti

Aku gertakkan ragaku lewat gempa

Aku hempaskan air mataku lewat tsunami

Aku kobarkan amarahku lewat meletusnya gunung merapi

Aku teriakkan emosiku lewat petir banjir longsor nan membahana

 

Wahai manusia

Apakah tak punya mata untuk melihat betapa carut marutnya alam cantikku

Atau kau tak punya telinga untuk mendengar betapa kerasnya jerit tangisku

Atau jangan-jangan kau memang tak punya hati untuk merasakan kesakitanku atas segala sampah serapahmu

 

Kini aku hanya meminta sunyi

Melalui makhluk  mini 150 nanometer yang tak bisa kau lihat

Seperti selama ini kau tak pernah melihatku

Kini aku hanya meminta hening

Melalui deru tentara covid-19 ku yang tak kan kau dengar

Seperti selama ini kau tak pernah mendengarku

Kini aku hanya meminta senyap

Melalui kekuatan daya replikasiku yang tak kan kau rasakan

Seperti selama ini kau tak pernah merasakanku

 

Mungkin akan terasa lama

Tapi percayalah hanya sejenak saja

Agar langit kembali biru

Agar hutan kembali hijau

Agar laut kembali jernih

Dan yang paling kuharapkan

Agar kau tak buta, tak tuli dan tak hilang rasa lagi

 

Wahai manusia

Allah telah ciptakan mata telinga dan hati

Gunakanlah untuk menjalani kehidupan dengan baik

Agar ketika kau terlahir baik maka kelak kau kembali kepadaNya

dalam keadaan yang lebih baik

 

 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
KUNCI KESUKSESAN RAFA

  KUNCI KESUKSESAN RAFA Oleh: Alya Winanda Syawalina Rizki (Juara I Lomba Menulis Cerpen Rayon 5 Kabupaten Bandung)    Cuaca pagi ini sangat cerah. Kulihat senyuma

20/10/2022 14:16 - Oleh SUMYATI - Dilihat 290 kali
NGANJANG KA BULAN

  NGANJANG KA BULAN Ku Sumyati   Wanci nyérélék maju ka peuting. Hawa di kamar   beuki bayeungyang waé karasana ku Néng Asih m

22/09/2022 16:35 - Oleh SUMYATI - Dilihat 243 kali
TERJEBAK TULISAN SENDIRI

     (Oleh: Sumyati )   Mobil xenia putih berhenti pas di depan gerbang utama rumah berlantai dua. Rumah berpagar batu alam yang terletak di jalan utama terlihat

16/09/2022 19:36 - Oleh SUMYATI - Dilihat 295 kali
PUISI RAMADAN

PRAKTIK ZAKAT oleh Sumyati antrian anak pria wanitasatu persatu mendekati mejadijaga tiga anak beliadepan kelas merekadi tangannya uang recehan enam lembar lima ribuan anak berkemeja

23/04/2022 06:38 - Oleh SUMYATI - Dilihat 763 kali
PUISI RAMADAN

BAJU LEBARAN Oleh Sumyati tradisi idul firtiyang tak terpungkiridari cacah hingga priyayiwalau lidah mengingkari, meredam hatidari rayuan mata kanan dan kirishopee, lazada dan toko pe

23/04/2022 06:32 - Oleh SUMYATI - Dilihat 321 kali
PUISI RAMADAN

    ISYA Oleh Sumyati   Rasululloh bersabda:subuh dan isya adalah salat terberat bagi para munafikpadahal telah alloh persiapkan pahalasetara pahala salat sunat sete

21/04/2022 17:10 - Oleh SUMYATI - Dilihat 619 kali
KUTIFAN AUTO BIOGRAFI

  ANTARA TUGAS NEGARA DAN ANAK    H.R. Tirmidzi Dan ketahuilah, sesungguhnya kemenangan itu beriringan dengan kesabaran. Jalan keluar beriringan dengan kesukaran

16/04/2022 20:37 - Oleh SUMYATI - Dilihat 645 kali
RAMADAN BERPUISI 3

    PESAN AR-RAHMAN    Tahukah Kalian: kenapa allah menciptakan mahluknya berpasangan? ada kemarau ada hujan   ada panas ada dingin ada susah ada sena

16/04/2022 20:05 - Oleh SUMYATI - Dilihat 411 kali
RAMADAN BERPUISI 2

  RASA, CINTA DAN DOSA    Masih tentang hati dan rasa yang tak mampu berhenti mengeja angan, harapan dan kenyataan duka, lara dan kecewa hingga cemburu mengusut na

16/04/2022 19:58 - Oleh SUMYATI - Dilihat 358 kali
ADAKAH YANG KAU LIHAT TAK SEIMBANG Oleh : Omah Karmanah

  GAPAILAH CITA-CITAMU SETINGGI LANGIT, TERBANGLAH SAMPAI KE ATAS AWAN TANPA SENGIT , TUK MENGGAPAI CITA-CITA DAN HARAPAN, TETAP SEMANGAT TUK MASA DEPAN WALAU GELOMBANG DATANG

15/04/2022 14:57 - Oleh Dra. Omah Karmanah, M.M.Pd. - Dilihat 443 kali