• SMP NEGERI 3 CILEUNYI
  • TAQWA, CERDAS, KREATIF, INOVATIF

Guru Honor Jangan Patah Arang

Oleh

Ikhsan, S. S.

Terlalu lebar jurang yang terbentang antara pendidik PNS dengan guru honorer. Walaupun begitu, guru honorer hendaknya tidak patah arang. Banyak jalan menuju prestasi, terutama bila tidak menjadikan uang sebagai tujuan hidup. 

Karena kebetulan penulis sendiri pernah menjalani titah dan dakwah keseharian sebagai tenaga honorer di sekolah, kiranya tidak berlebihan jika melalui tulisan ini penulis berbagi sesuatu kepada rekan-rekan seprofesi tentang apa yang penulis rasakan.

Kehidupan memang unik, ketika segalanya berlangsung serba materialistis, manusiawi kalau banyak guru honorer kini merasa termarjinalkan. Mereka bekerja dibawah satu atap sekolah yang sama, menghadapi anak-anak yang sering kali menjengkelkan yang juga sama, dan hal-hal lain yang sekilas mencerminkan adilnya sebuah beban tanggung jawab. Akan tetapi, pertanyaannya, kenapa kok terlalu lebar jurang perbedaan pemenuhan hak antara guru PNS dan Non PNS alias honorer. Padahal bisa dipastikan kebutuhan hidup keduanya pasti sama.

Harus disadari, begitu itulah memang aturan manusia, sangat jauh bedanya dengan aturan Allah, Swt. Kalau kita menyelusuri dimensi keadilan versi aturan manusia ini, tentu saja bisa membuat kening kita berkerut. Karenanya, perulah dicari cara lain yang bisa jadi penawar kegundahan. Dalam soal uang, misalnya. Bila kita menjadikan uang sebagai tujuan, berapapun jumlah yang diperoleh, tetap saja tidak akan memuaskan. Namun bila kita menjadikannya mitra dialog dalam hidup, insaallah beban-beban hidup kita bisa diminimalkan.

Kepercayaan akan adanya dimensi keadilan Allah, Swt, tentunya jauh lebih  bermakna dari sekedar nilai honor. Karena itu, tanpa mengurangi rasa hormat kepada rekan-rekan guru honorer, mari kita langkahkan kaki kedepan dengan berbekal tekad untuk tidak terus tenggelam dalam tuntutan-tuntutan yang terkadang menjauhkan kita dari identitas profesi yang seharusnya kita jungjung tinggi.

Meskipun HUT PGRI dan HUT hari Guru Nasional selalu diperingati setiap tahun, ada baiknya bila kita menukik sedikit kedalam, untuk merenungkan kembali sosok pahlawan tanda jasa ini. Ternyata, meminimalkan perbedaan antara pendidik PNS dengan pendidik honorer itu tetap tidak mudah. Dalam hal ini penulis tak berniat subjektif dalam melihat kedudukan guru yang berstatus PNS, namun yang dimaksudkan adalah sisi kurang optimalnya kebanyakan pendidik PNS, dalam rangka mengapresiasi tugas-tugas keseharian.

Yang namanya pendidik honorer, biasanya beranjak dari beban psikologis akan lebih gelisah, ketika anak didiknya ternyata belum sampai kepada target yang diharapkan. Berbagai upaya untuk memperbaiki biasanya terus dilakukan, seperti pendalaman materi pelajaran. Memang ada juga yang sebaliknya. Hanya saja mungkin kecenderungan guru honorer dalam mengapresiasi kemajuan anak didik lebih bersemangat. Yang sebaliknya dilakukan beberapa pendidik PNS. Perasaan tidak adil pun berbenih. Mula-mula mungkin dari curhat kepada guru yang senasib, sampai puncaknya demo kepada pihak pemerintah.

Saran saya, pendidik honorer harus mengupayakan untuk tidak mudah patah arang. Memang berat, tapi tidak usah terburu-buru untuk berputus asa. Pepatah klasik mengatakan, “banyak jalan menuju Roma”. Kita juga memiliki banyak jalan untuk tidak patah arang.

Diantaranya, melalui upaya yang terus menerus mengasah kreatifitas masing-masing, memacu inovasi kerja, dan lain-lain. kecuali itu, tentunya kita sepakat bahwa peluang keberhasilan itu akan datang ketika tangan ini berproses (mengembangkan daya kreatifitas individu maupun kelompok). Mengapa tidak satu ketika, justru dari kalangan pendidik honorer inilah lahir karya edukatif yang memang dinanti oleh bangsa kita. Perlu kiranya mengingat kembali bahwa pendidikan kita belum selesai. Dan itu adalah tanggug jawab kita sebagai komponen bangsa, termasuk kita sebagai guru honorer.***

Komentar

Sangat menginspiratif tulisannya pak, juga keren quotesnya pak “banyak jalan menuju Roma” = "banyak jalan masuk untuk mencapai kesuksesan" (itu yg saya tangkep)

Keren dan menyentuh artikelnya

Keren pak????

Keren pak

Artikelnya kena banget banyak pelajaran didalamnya

Keren bangett pak. Semangat trus ????

So inspiring me thank you sir

keren bangettt pak...

Pengalaman adalah guru terbaik????

Kerenn bangett pak

keren pakk

Mantap Pak. Mari terus berjalan, meski tak tahu kan seberapa kuat lagi langkah ini.

Kereeeen Inspiratif Mengabdi sepenuh hati Soal gaji masih banyak jalan menuju roma

Keren banget pak ,maaaaanntaaaap.

Bagus pak

Keren banget pak

Keren bangettt paa, termotivasi good joob

Ngena ke hati bangett, suka sama judulnya yang ada kata patah arang. Merasa terdorong untuk melakukan usaha lebih tekun demi keberhasilan dimasa nanti!!

Bagus Pak

KE C PAKKK KEREN

wihh bagus bpak????

Keren..

Kerenn pa????????

Kereeeeennn paa.???????????? Tulisan yg menginspiratif. Dikala banyak org yg menghitung segala sesuatu dr nilai materi, seorg guru dituntut utk bisa menomor tiga atau empatkan nilai tersebut. Tp jgn khawatir, insyaa Allah itu adalah investasi jangka panjang seorg guru. Mgkn bukan utk besok atau masa depan atau di dunia, bisa jd itu adalah bekal di akhirat..Aamiin.

Thank you very much????????

Pengalaman inspiratif???

Keren banget pak..mengena sekali dan banyak nasihat yang didapat.

Benar sekali kita jangan pernah menyerah,karena kebetulan saya sendiri dg penulis berangkat dr guru honor yg hampir belasan thn jd guru honor,tetapi berkat kesabaran dan penuh keyakinan kita kpd Allah,akhirnya bisa indah pd waktunya,semangat teman2 utk terus berjuang dan berdo'a.

Mantabbbb..????

Karya yang sangat menarik ????????⭐⭐⭐⭐⭐

Kata2 inilah yang bikin hati aku gemeter (peluang keberhasilan itu akan datang ketika tangan ini berproses)

Terimakasih atas motivasinya dan pencerahannya

Inspiratif???

Nice.. Motivasi, pencerahan yg inspiratif..

Good job

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
KUNCI KESUKSESAN RAFA

  KUNCI KESUKSESAN RAFA Oleh: Alya Winanda Syawalina Rizki (Juara I Lomba Menulis Cerpen Rayon 5 Kabupaten Bandung)    Cuaca pagi ini sangat cerah. Kulihat senyuma

20/10/2022 14:16 - Oleh SUMYATI - Dilihat 195 kali
NGANJANG KA BULAN

  NGANJANG KA BULAN Ku Sumyati   Wanci nyérélék maju ka peuting. Hawa di kamar   beuki bayeungyang waé karasana ku Néng Asih m

22/09/2022 16:35 - Oleh SUMYATI - Dilihat 155 kali
TERJEBAK TULISAN SENDIRI

     (Oleh: Sumyati )   Mobil xenia putih berhenti pas di depan gerbang utama rumah berlantai dua. Rumah berpagar batu alam yang terletak di jalan utama terlihat

16/09/2022 19:36 - Oleh SUMYATI - Dilihat 191 kali
PUISI RAMADAN

PRAKTIK ZAKAT oleh Sumyati antrian anak pria wanitasatu persatu mendekati mejadijaga tiga anak beliadepan kelas merekadi tangannya uang recehan enam lembar lima ribuan anak berkemeja

23/04/2022 06:38 - Oleh SUMYATI - Dilihat 683 kali
PUISI RAMADAN

BAJU LEBARAN Oleh Sumyati tradisi idul firtiyang tak terpungkiridari cacah hingga priyayiwalau lidah mengingkari, meredam hatidari rayuan mata kanan dan kirishopee, lazada dan toko pe

23/04/2022 06:32 - Oleh SUMYATI - Dilihat 270 kali
PUISI RAMADAN

    ISYA Oleh Sumyati   Rasululloh bersabda:subuh dan isya adalah salat terberat bagi para munafikpadahal telah alloh persiapkan pahalasetara pahala salat sunat sete

21/04/2022 17:10 - Oleh SUMYATI - Dilihat 573 kali
KUTIFAN AUTO BIOGRAFI

  ANTARA TUGAS NEGARA DAN ANAK    H.R. Tirmidzi Dan ketahuilah, sesungguhnya kemenangan itu beriringan dengan kesabaran. Jalan keluar beriringan dengan kesukaran

16/04/2022 20:37 - Oleh SUMYATI - Dilihat 560 kali
RAMADAN BERPUISI 3

    PESAN AR-RAHMAN    Tahukah Kalian: kenapa allah menciptakan mahluknya berpasangan? ada kemarau ada hujan   ada panas ada dingin ada susah ada sena

16/04/2022 20:05 - Oleh SUMYATI - Dilihat 363 kali
RAMADAN BERPUISI 2

  RASA, CINTA DAN DOSA    Masih tentang hati dan rasa yang tak mampu berhenti mengeja angan, harapan dan kenyataan duka, lara dan kecewa hingga cemburu mengusut na

16/04/2022 19:58 - Oleh SUMYATI - Dilihat 313 kali
ADAKAH YANG KAU LIHAT TAK SEIMBANG Oleh : Omah Karmanah

  GAPAILAH CITA-CITAMU SETINGGI LANGIT, TERBANGLAH SAMPAI KE ATAS AWAN TANPA SENGIT , TUK MENGGAPAI CITA-CITA DAN HARAPAN, TETAP SEMANGAT TUK MASA DEPAN WALAU GELOMBANG DATANG

15/04/2022 14:57 - Oleh Dra. Omah Karmanah, M.M.Pd. - Dilihat 371 kali