• SMP NEGERI 3 CILEUNYI
  • TAQWA, CERDAS, KREATIF, INOVATIF

AMUNISI PERUT

AMUNISI PERUT

Penulis : Nunung Jaukhairiyah S.Pd, M.M.Pd

 

 

 

V

 

 

Bunyi irama perut  semakin menggila menjelang  siang disaat matahari tepat di atas ubun ubun. Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 12.10 WIB. Pantesan perut dah berbunyi riang karena waktunya jam makan.

Kringggggg… kringgg… kringggggg…, bunyi bel tanda pelajaran telah usai menggema seantero SMPN 3 Cileunyi, anak anak membereskan buku pelajarannya, lalu memasukkan ke dalam tas masing-masing. Mereka siap-siap untuk menyudahi pelajaran hari ini. KM menyiapkan anak anak untuk memberikan salam kepada Guru Mapel yang ada pada saat itu.

“Siap berisalam…….!” kata KM.

Assalamualaikum warakhmatullohiwabarakatuh,” anak -anak serempak mengucapkan salam.

Waalaikumsalam warahkmatullohi wabarakatuh. Anak- anakku silakan keluar dari kelas dengan tertib. Jangan lupa berbaris rapih satu-satu  keluar kelasnya dan jaga jarak sealu, biar kalian tetap aman, sehat dan nyaman.

Akupun bergegas menuju ruang TU. Seperti biasa aku mengajak pulang sama-sama dengan temanku yang lainnya seperti Bu Ani, Bu Ina dan Bu Ria. Kebetulan Bu Ria sudah satu minggu tidak masuk karena sakit, cepat sembuh Yah Bu Ria....!

Jadi hari ini aku pulang bertiga saja  Aku, Bu Ani dan Bu Ina. Sebelum tancap gas aku bertiga merasakan hal yang sama. Perut memanggil minta diisi mesiu.

“Wah gimana nih di rumah tadi belum keburu masak, berangkat pagi rusuh.”

“Iya, sama” kata Bu Ina menimpali. Yu ah kebetulan hari ini ada rejeki lebih kata Bu Ani, gimana kalau kita ke tempat makan yang di Kiara Payung, sekalian mencoba melintas ke jalan tol yang baru.

“Ya, hayu,” jawabku dan Bu Ina Serempak.

Menyusuri jalan Manglayang dengan hati senang kita bertiga bercengkrama dalam suka cita, hari-hari yang indah kita lalui bertiga. Masing-masing dari kita sudah tahu sifat dan karakter, jadi tidak ada dusta diantara kita.

Memasuki tol Cisumdawu kami bertiga merasa kagum dengan sangat, pembangunan jalan yang begitu megah, pemandangan kiri kanan yang begitu indah, Kendaraan melaju dengan gagah. Membuat takjub tak terbantahkan.

Akhirnya kami keluar dari gerbang tol kiara payung. Tidak bayar, karena masih gratis.  Kondisinya tolnya masih dalam uji coba.  Semoga berkah,  dengan adanya tol Cisumdawu ini memberikan rasa bahagia dan senang bagi semua kalangan. Karena bisa memperpendek jarak tempuh. Dan menghindari kemacetan.

Alhamdulillah akhirnya kita sampe juga ke tempat makan. Tempatnya sederhana sih, tapi masakannya wuihhhh…,” enak banget.” Murah meriah, mewah, terjangkau sesuai dengan isi kantong kita yang pas pasan. Pas perlu, pas ada, ‘kan mantep.

“Ehhh, lupa hari ini kan Bu Ani yang mau berbagi rejeki. Sebelumnya, terimakasih yah Bu Ani semoga tambah banyak rejekinya …AAmiin.”

Putar Puter nyari tempat, kebagian di tempat yang strategis dekat dengan tempat minum dan tempat cuci tangan.  Kami bertiga duduk di meja tersebut. Tidak lama pramusaji datang memberikan kertas pesanan.

“Silahkan Bu ditulis dulu pesanannya” kata pramusaji dengan ramah sambil tersenyum.

“Oh, iya terimaksih!” kataku sambil membawa kertas pesanan. “Silakan Bu Ina yang nulis.”

“Iya baiklah,” kata Bu Ina.

“Bu Ani mau pesen apa?”

“Ikan goreng mujair, tumis genjer. Udah ah, segitu!”   kata Bu Ani.

“Kalau aku pesen kere paru, gule jantung. Dah cukup segitu aja.”

“Ehmmm, pesen tumis paria. Sama ah, aku juga sama goreng mujaer,” kata Bu Ina.

“Tambah jengkol,  yach! Biar sip,” kata aku dan Bu Ani .

“Teh ini pesenannya,” kata Bu Ina sambil memberikan kertas pesanan ke pramusajinya.

“Udah ini cukup? Gimana Bu, minumnya mau minum apa?  Ada jus, teh manis, es teh dan lain lain,” tanya pramusaji.

“Serempak kami bertiga menjawab cukup teh panas saja… Hehehe.”

“Siap ditunggu! Bentar yah, Bu!” kata pelayan sambil pergi ke dapur .

Memang kalau menunggu itu melelahkan dan rasa kesel mulai melanda, perut tidak bisa diajak bercanda. Kami bertiga mulai merasakan lapar yang amat sangat.

“Duh….laper pisannnya, ni lama,”  kataku.

“Iyah, katanya bentar. Tapi udah mau sepuluh menit belum ada tanda-tanda makanan dah mateng,” kata Bu ina.

“Sabar! ‘kan pembelinya banyak jadi mengantri. Yang dimasakinnya juga kan banyak. Tenang, indah pada waktunya dan kenyang pada saatnya,” kata Bu Ani sok bijak.

“30 menit kemudian makannan dah mateng. Alhamdulillah akhirnya datang juga pesanannya.  Diawali dengan Bismilllah dan membaca doa sebelum makan, kami bertiga dengan lahap memakan masakan yang dipesen tadi.

Pedes, panas, nikmat bercampur jadi satu. Keringat mengucur deras karena kepedesan dan kenikmatan, ditambah minumnya teh panas, menambah “wow” rasa makan. Alhamdulillah Wasyukurillah Ya Alloh, telah memberikan nikmat makan untuk hari ini. Alhamdulillah Ya Alloh. Rasa lapar yang tadi melanda hilang seketika begitu amunisi masuk kedalam perut, hilang tak berbekas diganti dengan rasa nikmat makan yang penuh berkah.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
KUNCI KESUKSESAN RAFA

  KUNCI KESUKSESAN RAFA Oleh: Alya Winanda Syawalina Rizki (Juara I Lomba Menulis Cerpen Rayon 5 Kabupaten Bandung)    Cuaca pagi ini sangat cerah. Kulihat senyuma

20/10/2022 14:16 - Oleh SUMYATI - Dilihat 290 kali
PUISI RAMADAN

PRAKTIK ZAKAT oleh Sumyati antrian anak pria wanitasatu persatu mendekati mejadijaga tiga anak beliadepan kelas merekadi tangannya uang recehan enam lembar lima ribuan anak berkemeja

23/04/2022 06:38 - Oleh SUMYATI - Dilihat 763 kali
PUISI RAMADAN

BAJU LEBARAN Oleh Sumyati tradisi idul firtiyang tak terpungkiridari cacah hingga priyayiwalau lidah mengingkari, meredam hatidari rayuan mata kanan dan kirishopee, lazada dan toko pe

23/04/2022 06:32 - Oleh SUMYATI - Dilihat 321 kali
PUISI RAMADAN

    ISYA Oleh Sumyati   Rasululloh bersabda:subuh dan isya adalah salat terberat bagi para munafikpadahal telah alloh persiapkan pahalasetara pahala salat sunat sete

21/04/2022 17:10 - Oleh SUMYATI - Dilihat 619 kali
KUTIFAN AUTO BIOGRAFI

  ANTARA TUGAS NEGARA DAN ANAK    H.R. Tirmidzi Dan ketahuilah, sesungguhnya kemenangan itu beriringan dengan kesabaran. Jalan keluar beriringan dengan kesukaran

16/04/2022 20:37 - Oleh SUMYATI - Dilihat 645 kali
RAMADAN BERPUISI 3

    PESAN AR-RAHMAN    Tahukah Kalian: kenapa allah menciptakan mahluknya berpasangan? ada kemarau ada hujan   ada panas ada dingin ada susah ada sena

16/04/2022 20:05 - Oleh SUMYATI - Dilihat 411 kali
ADAKAH YANG KAU LIHAT TAK SEIMBANG Oleh : Omah Karmanah

  GAPAILAH CITA-CITAMU SETINGGI LANGIT, TERBANGLAH SAMPAI KE ATAS AWAN TANPA SENGIT , TUK MENGGAPAI CITA-CITA DAN HARAPAN, TETAP SEMANGAT TUK MASA DEPAN WALAU GELOMBANG DATANG

15/04/2022 14:57 - Oleh Dra. Omah Karmanah, M.M.Pd. - Dilihat 442 kali
Teks Fabel ( Moni dan Gucci)

Oleh: Dra. Omah Karmanah, M.M.Pd. Cerita fabel merupakan cerita tentang kehidupan binatang yang berperilaku menyerupai manusia.  Fabel termasuk jenis cerita fiksi, bukan kisah t

15/04/2022 12:21 - Oleh Dra. Omah Karmanah, M.M.Pd. - Dilihat 741 kali
AYO BERINOVASI SESUAI PERKEMBANGAN ZAMAN

Oleh : Dra. OMAH KARMANAH, M.M.Pd. Guru merupakan ujung tombak di lapangan. Sebagai guru perlu berinovasi untuk menyesuaikannya dengan kurikulum yang berlaku saat ini. Perkembangan k

14/04/2022 23:56 - Oleh Dra. Omah Karmanah, M.M.Pd. - Dilihat 681 kali
PENDAK DEUI SARENG HAWU  

PENDAK DEUI SARENG HAWU    Ku Sumyati   Wanci sariak layung, anu garawé di bangunan geus singkil baralik ka imahna séwang-séwangan. Sedengkeun an

15/03/2022 15:12 - Oleh SUMYATI - Dilihat 557 kali